Festival Musik

Festival Musik Ini Dihadiri 100 Ribu Orang

Sebelum dinamakan Woodstock, festival ini memiliki beberapa pilihan nama. Di antaranya adalah Bethel Rock Festival dan Aquarian Music Festival.
(Source: www.pexels.com)

Ketika mendengar kata ‘festival musik’, orang-orang pasti membayangkan konser musik yang hanya berlangsung selama tiga sampai empat jam saja. Akan tetapi, salah satu festival musik bernama Woodstock berjalan selama empat hari berturut-turut di tahun 1969. Meski hanya sebuah festival musik, akan tetapi banyak masyarakat Amerika yang menganggap bahwa Woodstock merupakan sebuah gerakan yang berlawan dari norma sosial yang berlaku pada tahun 1960an.

Walaupun terlihat dan terdengar mengagumkan, tetapi Woodstock merupakan salah satu festival yang sangat berantakan sekali. Banyak sekali permasalahan teknis yang terjadi saat beberapa menit sebelum festival secara resmi dimulai. Beberapa di antaranya adalah perubahan tempat, cuaca buruk yang tidak dapat diantisipasi, dan pengunjung yang melewati batas yang telah ditetapkan oleh penyelenggara.

Bagaimana Woodstock Terjadi?

Dimulai dari empat lelaki muda bernama John Roberts, Joel Rosenman, Artie Kornfeld, dan Michael Lang, keempatnya yang sama-sama bergelut di bidang permusikan berkumpul dan memutuskan untuk menyelenggarakan festival musik di bawah Woodstock Ventures, Inc. yang nantinya akan diberi nama Woodstock. Awalnya, Woodstock seharusnya diselenggarakan di Howard Mills Industrial Park d Wallkill, New York. Akan tetapi, pemerintah setempat mundur dari kesepakatan tersebut.

Selanjutnya, keempat orang pendiri festival tersebut mencoba untuk mencari tempat lain untuk menyelenggarakan acara tersebut. Namun, tidak semuanya memiliki apa yang dicari. Sebulan setelah itu, salah seorang petani bernama Max Yasgur menawarkan tempatnya untuk disewakan. Tempat tersebut berlokasi di area White Lake di Bethel, New York, dan dikelilingi oleh pegunungan Catskill. Dengan jarak penyelenggaraan konser yang hanya sebulan, mereka memutuskan untuk setuju dan segera mengambil tempat tersebut.

Sebelum dinamakan Woodstock, festival ini memiliki beberapa pilihan nama. Di antaranya adalah Bethel Rock Festival dan Aquarian Music Festival.

Festival Musik Ini Ternyata Gratis, Loh!

Selama tahap persiapan, festival ini sudah memiliki beberapa performer yang siap tampil. Selain itu, secara logistik, mereka juga telah siap. Dimulai dari pemasangan pagar, pintu masuk, tempat penukaran tiket, tempat para performer beristirahat, fasilitas kamar mandi publik, dan juga tenda medis.

Akan tetapi, sesaat setelah para pengunjung berdatangan beberapa hari sebelum festival dimulai, pemasangan pagar dan tempat penukaran tiket ternyata belum siap. Maka dari itu, mereka memutuskan untuk merubah festival Woodstock sebagai acara tanpa pungutan biaya sepeser pun.

Pengunjung Kian Membludak dan Terjadinya Krisis Keselamatan

Awalnya, mereka hanya memperkirakan bahwa festival akan didatangi oleh kurang lebih 50 rbu orang. Namun pada tanggal 13 Agustus, para pengunjung yang sudah berkemah di lokasi mencapai lebih dari 100 ribu orang. Bahkan, angka tersebut semakin naik menjadi 1 juta orang yang mendatangi Woodstock.

Akan tetapi, hal tersebut sangatlah wajar. Pasalnya, festival musik gratis tersebut menghadiri sebanyak 32 performer papan atas untuk beraksi. Di antaranya adalah Richie Havens, Santana, Grateful Dead, Janis Joplin dan The Kozmic Blues Band, The Who, dan Jimi Hendrix. Melihat daftar nama para performer tersebut, wajar saja kalau jalan raya dan jalanan biasa mengalami macet total. Bahkan karena macet tersebut, banyak para pengunjung Woodstock meninggalkan kendaraan mereka dan berjalan menuju tempat tujuan.

Para pengunjung Woodstock sangatlah beragam. Hal tersebut merupakan sebuah refleksi dari cepatnya waktu berubah. Beberapa di antaranya adalah beberapa komunitas hippie yang merasa teralienasi dari masyarakat. Selain itu, karena tahun 1969 merupakan tahun dimana Amerika ada campur tangan dalam perang Vietnam, maka banyak para anak muda pengunjung Woodstock yang menjadikan festival musik tersebut sebagai kesempatan untuk menghindari konflik politik yang ada untuk menyebarkan pesan kesatuan dan kedamaian. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya anak pengunjung Woodstock yang membawa poster bertuliskan ‘make love, not war’.

Memiliki festival musik yang dihadiri jutaan orang rentan akan terjadinya masalah dalam keamanan dan keselamatan. Banyak dokter dan pekerja medis lainnya menangani berbagai macam luka. Beberapa di antaranya adalah keracunan makanan dan cedera kaki. Tidak hanya itu, bahkan sekitar 8 wanita mengalami keguguran. Kemudian, satu remaja dikabarkan meninggal karena terlindas traktor, dan satu orang lainnya meninggal karena masalah narkoba.