Festival Musik

Festival Musik Ini Hampir Berumur 50 Tahun, Loh!

Festival musik ini sebenarnya sudah berjalan dari tahun 1914 hingga tahun 1925 di Glastonbury, Somerset. (Source: www.pexels.com)

Tidak hanya bangunan yang dapat tahan lama, tetapi ternyata festival musik asal Inggris ini juga, loh! Meskipun tidak terlalu diketahui oleh para pecinta musik Indonesia seperti festival musik Coachella, tetapi festival musik ini merupakan salah satu festival musik modern tertua yang sering kali dihadiri oleh banyak musisi legendaris dan musisi papan atas lainnya.

Glastonbury Festival of Contemporary Performing Arts, atau yang lebih dikenal dengan Glastonbury Festival, merupakan sebuah festival yang berjalan selama lima hari berturut-turut yang dilaksanakan di Pilton, Somerset. Tidak hanya menunjukkan musik kontemporer, festival musik ini juga menampilkan pertunjukan tarian, komedi, teater, sirkus, kabaret, dan tampilan seni lainnya. Didirikan pada 19 September 1970, Glastonbury Festival merupakan sebuah acara musik yang disebut sebagai acara budaya Inggris terbesar.

Berawal Dari Sekumpulan Acara Budaya

Festival musik ini sebenarnya sudah berjalan dari tahun 1914 hingga tahun 1925 di Glastonbury, Somerset. Beberapa festival ini didirikan oleh seorang komposer sosialis bernama Rutland Boughton dan temannya Reginald Buckley.

Tidak hanya mendirikan sebuah teater nasional, tetapi mereka ingin mendirikan sekolah musim panas dan juga festival musik yang nantinya akan menarik perhatian para masyarakat. Untuk festival musik sendiri, mereka berdua mengadopsi konsep festival yang masih berhubungan dengan seni yang pertama kali diusulkan oleh Richard Wagner. Melihat konsep tersebut, mereka akhirnya memutuskan untuk mengadakannya di Glastonbury karena daerah tersebut memiliki koneksi yang kuat dengan legenda Raja Arthur dan juga memiliki nuansa historikal yang magis.

Festival pertama yang diadakan dalam kumpulan acara budaya ini adalah sebuah pertunjukkan opera secara publik milik Boughton yang berjudul The Immortal Hour. Sepanjang tahun 1914 hingga tahun 1925, kurang lebih sebanyak 350 opera publik telah dipertunjukkan kepada masyarakat, pertunjukan musik, seminar mengenai seni, dan pertunjukan seni lainnya.

Acara Musik Baru

Setelah bertahun-tahun tidak ada acara seni lagi yang dilakukan di Glastonbury, akhirnya pada tahun 1970 festival musik Glastonbury diadakan kembali. Salah satu pendirinya adalah Michael Eavis. Pada saat itu, festival musik tersebut dipengaruhi oleh komunitas hippie yang kemudian menjadikannya sebagai gerakan festival musik gratis yang berjalan dari akhir tahun 1960an hingga awal tahun 1970an.

Festival Glastonbury versi terbaru ini dimulai dengan Isle of Wight Festival pada tahun 1968 hingga tahun 1970. Dalam festival tersebut, The Who merupakan salah satu artis yang tampil sebagai performer. Semenjak itu, festival kerap kali berganti nama. Bahkan, salah satu nama dari festival tersebut adalah Glastonbury Fair di tahun 1971 yang diusung oleh Andrew Kerr.

Glastonbury Fair merupakan festival Glastonbury yang pernah dilakukan pada saat itu karena mereka membuat sebuah panggung yang dinamakan sebagai “Pyramid Stage”. Panggung ini merupakan replika dari Piramida Agung Gaza yang didirikan oleh Bill Harkin. Tidak hanya itu, yang membuat festival ini sangat mengagumkan pada saat itu adalah karena daftar para artis yang datang untuk menghibur masyarakat. Beberapa di antaranya adalah David Bowie, Mighty Baby, Fairport Convention, Skin Alley, dan The Worthy Farm Windfuckers.

1990an: Glastonbury Festival Semakin Berjaya

Festival terbesar dari Glastonbury diadakan pada tahun 1990. Akan tetapi, sehari setelah festival selesai, terjadi kerusuhan antara para petugas keamanan dan penonton yang disebut sebagai “new age travellers”. Mereka adalah orang-orang yang memegang paham New Age dan merupakan bagian dari komunitas hippie pada saat itu. Mereka juga biasanya bepergian dari festival ke festival lain demi mencari tempat tinggal bersama orang-orang yang memegang pemahaman yang sama. Kembali ke kerusuhan tersebut, para pendiri festival musik memutuskan untuk tidak mengadakannya di tahun 1991 hingga kerusuhan tersebut usai. Selanjutnya, festival berjalan dengan mulus dari tahun 1992 hingga tahun 1994.

Tahun 1995 merupakan tahun dimana festival musik ini mengalami kenaikan pengunjung yang drastis. Pasalnya, pagar pembatas mengalami kerusakan pada hari Jumat ketika festival berlangsung. Sehingga masyarakat Inggris yang tidak sempat menonton, langsung menerobos masuk ke dalam festival. Meski begitu, Glastonbury Festival 1995 tetap menjadi salah satu festival yang paling berhasil yang diadakan di Inggris. Beberapa penampilan dari Oasis, Pulp, dan The Cure merupakan penampilan yang paling membekas bagi para penonton. Tidak hanya itu, festival musik tahun ini juga merupakan tahun pertama yang mana para pendiri festival menyediakan sebuah area yang dikhususkan untuk para penari.

Di tahun 1997, festival semakin besar. Sebab, mereka mendapat dukungan dari The Guardian dan BBC. Bahkan BBC memutuskan untuk meliput langsung festival musik tersebut.

Glastonbury Festival selalu menunjukkan bahwa festival musik tersebut masih sangat digandrungi oleh masyarakat dari tahun ke tahun. Maka dari itu, mereka masih dapat berjalan bahkan hingga kini hampir mencapai umur 50 tahun. Membuat mereka sebagai festival musik kontemporer tertua yang juga menampilkan pertunjukan seni lainnya. Selain itu, yang membuat mereka sangat diminati oleh masyarakat Inggris dan beberapa wisatawan asing lainnya adalah pilihan penyanyi yang diundang untuk tampil di sana. Untuk memupuk rasa penasaran, berikut beberapa nama artis ternama yang tampil di Glastonbury Festival dari tahun ke tahun.

  1. 1970 – 1980: Wayne Fontana, David Bowie, dan Peter Gabriel
  2. 1980 – 1990: Talisman, New Order, Van Morrison, Kevin Brown, The Smiths, Joe Cocker, The Cure, The Waterboys, dan Sinead O’Connor
  3. 1990 – 2000: Lou Reed, The Velvet Underground, Lenny Kravitz, Johnny Cash, Radiohead, Oasis, Rage Against the Machine, Beastie Boys, The Offspring, The Flaming Lips, The Smashing Pumpkins, Bob Dylan, Blur, Deftones, Coldplay, Muse, dan Nine Inch Nails
  4. 2000 – 2010: Rod Stewart, Moby, Sigur Ros, Paul McCartney, The Killers, Arctic Monkeys, Amy Winehouse, John Mayer, Bruce Springsteen, dan Stevie Wonder
  5. 2010 – 2019: Beyonce, The Rolling Stones, Mumford & Sons, Tame Impala, Metallica, Kasabian, Lana Del Rey, Kanye West, Patti Smith, Skepta, Adele, Bring Me The Horizon, Cyndi Lauper, Liam Gallagher, Foo Fighters, HAIM, Hozier, Bastille, Wu-Tang Clan, dan Rex Orange County
Festival Musik

Festival Musik Ini Dihadiri 100 Ribu Orang

Sebelum dinamakan Woodstock, festival ini memiliki beberapa pilihan nama. Di antaranya adalah Bethel Rock Festival dan Aquarian Music Festival.
(Source: www.pexels.com)

Ketika mendengar kata ‘festival musik’, orang-orang pasti membayangkan konser musik yang hanya berlangsung selama tiga sampai empat jam saja. Akan tetapi, salah satu festival musik bernama Woodstock berjalan selama empat hari berturut-turut di tahun 1969. Meski hanya sebuah festival musik, akan tetapi banyak masyarakat Amerika yang menganggap bahwa Woodstock merupakan sebuah gerakan yang berlawan dari norma sosial yang berlaku pada tahun 1960an.

Walaupun terlihat dan terdengar mengagumkan, tetapi Woodstock merupakan salah satu festival yang sangat berantakan sekali. Banyak sekali permasalahan teknis yang terjadi saat beberapa menit sebelum festival secara resmi dimulai. Beberapa di antaranya adalah perubahan tempat, cuaca buruk yang tidak dapat diantisipasi, dan pengunjung yang melewati batas yang telah ditetapkan oleh penyelenggara.

Bagaimana Woodstock Terjadi?

Dimulai dari empat lelaki muda bernama John Roberts, Joel Rosenman, Artie Kornfeld, dan Michael Lang, keempatnya yang sama-sama bergelut di bidang permusikan berkumpul dan memutuskan untuk menyelenggarakan festival musik di bawah Woodstock Ventures, Inc. yang nantinya akan diberi nama Woodstock. Awalnya, Woodstock seharusnya diselenggarakan di Howard Mills Industrial Park d Wallkill, New York. Akan tetapi, pemerintah setempat mundur dari kesepakatan tersebut.

Selanjutnya, keempat orang pendiri festival tersebut mencoba untuk mencari tempat lain untuk menyelenggarakan acara tersebut. Namun, tidak semuanya memiliki apa yang dicari. Sebulan setelah itu, salah seorang petani bernama Max Yasgur menawarkan tempatnya untuk disewakan. Tempat tersebut berlokasi di area White Lake di Bethel, New York, dan dikelilingi oleh pegunungan Catskill. Dengan jarak penyelenggaraan konser yang hanya sebulan, mereka memutuskan untuk setuju dan segera mengambil tempat tersebut.

Sebelum dinamakan Woodstock, festival ini memiliki beberapa pilihan nama. Di antaranya adalah Bethel Rock Festival dan Aquarian Music Festival.

Festival Musik Ini Ternyata Gratis, Loh!

Selama tahap persiapan, festival ini sudah memiliki beberapa performer yang siap tampil. Selain itu, secara logistik, mereka juga telah siap. Dimulai dari pemasangan pagar, pintu masuk, tempat penukaran tiket, tempat para performer beristirahat, fasilitas kamar mandi publik, dan juga tenda medis.

Akan tetapi, sesaat setelah para pengunjung berdatangan beberapa hari sebelum festival dimulai, pemasangan pagar dan tempat penukaran tiket ternyata belum siap. Maka dari itu, mereka memutuskan untuk merubah festival Woodstock sebagai acara tanpa pungutan biaya sepeser pun.

Pengunjung Kian Membludak dan Terjadinya Krisis Keselamatan

Awalnya, mereka hanya memperkirakan bahwa festival akan didatangi oleh kurang lebih 50 rbu orang. Namun pada tanggal 13 Agustus, para pengunjung yang sudah berkemah di lokasi mencapai lebih dari 100 ribu orang. Bahkan, angka tersebut semakin naik menjadi 1 juta orang yang mendatangi Woodstock.

Akan tetapi, hal tersebut sangatlah wajar. Pasalnya, festival musik gratis tersebut menghadiri sebanyak 32 performer papan atas untuk beraksi. Di antaranya adalah Richie Havens, Santana, Grateful Dead, Janis Joplin dan The Kozmic Blues Band, The Who, dan Jimi Hendrix. Melihat daftar nama para performer tersebut, wajar saja kalau jalan raya dan jalanan biasa mengalami macet total. Bahkan karena macet tersebut, banyak para pengunjung Woodstock meninggalkan kendaraan mereka dan berjalan menuju tempat tujuan.

Para pengunjung Woodstock sangatlah beragam. Hal tersebut merupakan sebuah refleksi dari cepatnya waktu berubah. Beberapa di antaranya adalah beberapa komunitas hippie yang merasa teralienasi dari masyarakat. Selain itu, karena tahun 1969 merupakan tahun dimana Amerika ada campur tangan dalam perang Vietnam, maka banyak para anak muda pengunjung Woodstock yang menjadikan festival musik tersebut sebagai kesempatan untuk menghindari konflik politik yang ada untuk menyebarkan pesan kesatuan dan kedamaian. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya anak pengunjung Woodstock yang membawa poster bertuliskan ‘make love, not war’.

Memiliki festival musik yang dihadiri jutaan orang rentan akan terjadinya masalah dalam keamanan dan keselamatan. Banyak dokter dan pekerja medis lainnya menangani berbagai macam luka. Beberapa di antaranya adalah keracunan makanan dan cedera kaki. Tidak hanya itu, bahkan sekitar 8 wanita mengalami keguguran. Kemudian, satu remaja dikabarkan meninggal karena terlindas traktor, dan satu orang lainnya meninggal karena masalah narkoba.