Festival Musik

Festival Musik Ini Hampir Berumur 50 Tahun, Loh!

Festival musik ini sebenarnya sudah berjalan dari tahun 1914 hingga tahun 1925 di Glastonbury, Somerset. (Source: www.pexels.com)

Tidak hanya bangunan yang dapat tahan lama, tetapi ternyata festival musik asal Inggris ini juga, loh! Meskipun tidak terlalu diketahui oleh para pecinta musik Indonesia seperti festival musik Coachella, tetapi festival musik ini merupakan salah satu festival musik modern tertua yang sering kali dihadiri oleh banyak musisi legendaris dan musisi papan atas lainnya.

Glastonbury Festival of Contemporary Performing Arts, atau yang lebih dikenal dengan Glastonbury Festival, merupakan sebuah festival yang berjalan selama lima hari berturut-turut yang dilaksanakan di Pilton, Somerset. Tidak hanya menunjukkan musik kontemporer, festival musik ini juga menampilkan pertunjukan tarian, komedi, teater, sirkus, kabaret, dan tampilan seni lainnya. Didirikan pada 19 September 1970, Glastonbury Festival merupakan sebuah acara musik yang disebut sebagai acara budaya Inggris terbesar.

Berawal Dari Sekumpulan Acara Budaya

Festival musik ini sebenarnya sudah berjalan dari tahun 1914 hingga tahun 1925 di Glastonbury, Somerset. Beberapa festival ini didirikan oleh seorang komposer sosialis bernama Rutland Boughton dan temannya Reginald Buckley.

Tidak hanya mendirikan sebuah teater nasional, tetapi mereka ingin mendirikan sekolah musim panas dan juga festival musik yang nantinya akan menarik perhatian para masyarakat. Untuk festival musik sendiri, mereka berdua mengadopsi konsep festival yang masih berhubungan dengan seni yang pertama kali diusulkan oleh Richard Wagner. Melihat konsep tersebut, mereka akhirnya memutuskan untuk mengadakannya di Glastonbury karena daerah tersebut memiliki koneksi yang kuat dengan legenda Raja Arthur dan juga memiliki nuansa historikal yang magis.

Festival pertama yang diadakan dalam kumpulan acara budaya ini adalah sebuah pertunjukkan opera secara publik milik Boughton yang berjudul The Immortal Hour. Sepanjang tahun 1914 hingga tahun 1925, kurang lebih sebanyak 350 opera publik telah dipertunjukkan kepada masyarakat, pertunjukan musik, seminar mengenai seni, dan pertunjukan seni lainnya.

Acara Musik Baru

Setelah bertahun-tahun tidak ada acara seni lagi yang dilakukan di Glastonbury, akhirnya pada tahun 1970 festival musik Glastonbury diadakan kembali. Salah satu pendirinya adalah Michael Eavis. Pada saat itu, festival musik tersebut dipengaruhi oleh komunitas hippie yang kemudian menjadikannya sebagai gerakan festival musik gratis yang berjalan dari akhir tahun 1960an hingga awal tahun 1970an.

Festival Glastonbury versi terbaru ini dimulai dengan Isle of Wight Festival pada tahun 1968 hingga tahun 1970. Dalam festival tersebut, The Who merupakan salah satu artis yang tampil sebagai performer. Semenjak itu, festival kerap kali berganti nama. Bahkan, salah satu nama dari festival tersebut adalah Glastonbury Fair di tahun 1971 yang diusung oleh Andrew Kerr.

Glastonbury Fair merupakan festival Glastonbury yang pernah dilakukan pada saat itu karena mereka membuat sebuah panggung yang dinamakan sebagai “Pyramid Stage”. Panggung ini merupakan replika dari Piramida Agung Gaza yang didirikan oleh Bill Harkin. Tidak hanya itu, yang membuat festival ini sangat mengagumkan pada saat itu adalah karena daftar para artis yang datang untuk menghibur masyarakat. Beberapa di antaranya adalah David Bowie, Mighty Baby, Fairport Convention, Skin Alley, dan The Worthy Farm Windfuckers.

1990an: Glastonbury Festival Semakin Berjaya

Festival terbesar dari Glastonbury diadakan pada tahun 1990. Akan tetapi, sehari setelah festival selesai, terjadi kerusuhan antara para petugas keamanan dan penonton yang disebut sebagai “new age travellers”. Mereka adalah orang-orang yang memegang paham New Age dan merupakan bagian dari komunitas hippie pada saat itu. Mereka juga biasanya bepergian dari festival ke festival lain demi mencari tempat tinggal bersama orang-orang yang memegang pemahaman yang sama. Kembali ke kerusuhan tersebut, para pendiri festival musik memutuskan untuk tidak mengadakannya di tahun 1991 hingga kerusuhan tersebut usai. Selanjutnya, festival berjalan dengan mulus dari tahun 1992 hingga tahun 1994.

Tahun 1995 merupakan tahun dimana festival musik ini mengalami kenaikan pengunjung yang drastis. Pasalnya, pagar pembatas mengalami kerusakan pada hari Jumat ketika festival berlangsung. Sehingga masyarakat Inggris yang tidak sempat menonton, langsung menerobos masuk ke dalam festival. Meski begitu, Glastonbury Festival 1995 tetap menjadi salah satu festival yang paling berhasil yang diadakan di Inggris. Beberapa penampilan dari Oasis, Pulp, dan The Cure merupakan penampilan yang paling membekas bagi para penonton. Tidak hanya itu, festival musik tahun ini juga merupakan tahun pertama yang mana para pendiri festival menyediakan sebuah area yang dikhususkan untuk para penari.

Di tahun 1997, festival semakin besar. Sebab, mereka mendapat dukungan dari The Guardian dan BBC. Bahkan BBC memutuskan untuk meliput langsung festival musik tersebut.

Glastonbury Festival selalu menunjukkan bahwa festival musik tersebut masih sangat digandrungi oleh masyarakat dari tahun ke tahun. Maka dari itu, mereka masih dapat berjalan bahkan hingga kini hampir mencapai umur 50 tahun. Membuat mereka sebagai festival musik kontemporer tertua yang juga menampilkan pertunjukan seni lainnya. Selain itu, yang membuat mereka sangat diminati oleh masyarakat Inggris dan beberapa wisatawan asing lainnya adalah pilihan penyanyi yang diundang untuk tampil di sana. Untuk memupuk rasa penasaran, berikut beberapa nama artis ternama yang tampil di Glastonbury Festival dari tahun ke tahun.

  1. 1970 – 1980: Wayne Fontana, David Bowie, dan Peter Gabriel
  2. 1980 – 1990: Talisman, New Order, Van Morrison, Kevin Brown, The Smiths, Joe Cocker, The Cure, The Waterboys, dan Sinead O’Connor
  3. 1990 – 2000: Lou Reed, The Velvet Underground, Lenny Kravitz, Johnny Cash, Radiohead, Oasis, Rage Against the Machine, Beastie Boys, The Offspring, The Flaming Lips, The Smashing Pumpkins, Bob Dylan, Blur, Deftones, Coldplay, Muse, dan Nine Inch Nails
  4. 2000 – 2010: Rod Stewart, Moby, Sigur Ros, Paul McCartney, The Killers, Arctic Monkeys, Amy Winehouse, John Mayer, Bruce Springsteen, dan Stevie Wonder
  5. 2010 – 2019: Beyonce, The Rolling Stones, Mumford & Sons, Tame Impala, Metallica, Kasabian, Lana Del Rey, Kanye West, Patti Smith, Skepta, Adele, Bring Me The Horizon, Cyndi Lauper, Liam Gallagher, Foo Fighters, HAIM, Hozier, Bastille, Wu-Tang Clan, dan Rex Orange County
Festival Musik

Festival Musik Ini Dihadiri 100 Ribu Orang

Sebelum dinamakan Woodstock, festival ini memiliki beberapa pilihan nama. Di antaranya adalah Bethel Rock Festival dan Aquarian Music Festival.
(Source: www.pexels.com)

Ketika mendengar kata ‘festival musik’, orang-orang pasti membayangkan konser musik yang hanya berlangsung selama tiga sampai empat jam saja. Akan tetapi, salah satu festival musik bernama Woodstock berjalan selama empat hari berturut-turut di tahun 1969. Meski hanya sebuah festival musik, akan tetapi banyak masyarakat Amerika yang menganggap bahwa Woodstock merupakan sebuah gerakan yang berlawan dari norma sosial yang berlaku pada tahun 1960an.

Walaupun terlihat dan terdengar mengagumkan, tetapi Woodstock merupakan salah satu festival yang sangat berantakan sekali. Banyak sekali permasalahan teknis yang terjadi saat beberapa menit sebelum festival secara resmi dimulai. Beberapa di antaranya adalah perubahan tempat, cuaca buruk yang tidak dapat diantisipasi, dan pengunjung yang melewati batas yang telah ditetapkan oleh penyelenggara.

Bagaimana Woodstock Terjadi?

Dimulai dari empat lelaki muda bernama John Roberts, Joel Rosenman, Artie Kornfeld, dan Michael Lang, keempatnya yang sama-sama bergelut di bidang permusikan berkumpul dan memutuskan untuk menyelenggarakan festival musik di bawah Woodstock Ventures, Inc. yang nantinya akan diberi nama Woodstock. Awalnya, Woodstock seharusnya diselenggarakan di Howard Mills Industrial Park d Wallkill, New York. Akan tetapi, pemerintah setempat mundur dari kesepakatan tersebut.

Selanjutnya, keempat orang pendiri festival tersebut mencoba untuk mencari tempat lain untuk menyelenggarakan acara tersebut. Namun, tidak semuanya memiliki apa yang dicari. Sebulan setelah itu, salah seorang petani bernama Max Yasgur menawarkan tempatnya untuk disewakan. Tempat tersebut berlokasi di area White Lake di Bethel, New York, dan dikelilingi oleh pegunungan Catskill. Dengan jarak penyelenggaraan konser yang hanya sebulan, mereka memutuskan untuk setuju dan segera mengambil tempat tersebut.

Sebelum dinamakan Woodstock, festival ini memiliki beberapa pilihan nama. Di antaranya adalah Bethel Rock Festival dan Aquarian Music Festival.

Festival Musik Ini Ternyata Gratis, Loh!

Selama tahap persiapan, festival ini sudah memiliki beberapa performer yang siap tampil. Selain itu, secara logistik, mereka juga telah siap. Dimulai dari pemasangan pagar, pintu masuk, tempat penukaran tiket, tempat para performer beristirahat, fasilitas kamar mandi publik, dan juga tenda medis.

Akan tetapi, sesaat setelah para pengunjung berdatangan beberapa hari sebelum festival dimulai, pemasangan pagar dan tempat penukaran tiket ternyata belum siap. Maka dari itu, mereka memutuskan untuk merubah festival Woodstock sebagai acara tanpa pungutan biaya sepeser pun.

Pengunjung Kian Membludak dan Terjadinya Krisis Keselamatan

Awalnya, mereka hanya memperkirakan bahwa festival akan didatangi oleh kurang lebih 50 rbu orang. Namun pada tanggal 13 Agustus, para pengunjung yang sudah berkemah di lokasi mencapai lebih dari 100 ribu orang. Bahkan, angka tersebut semakin naik menjadi 1 juta orang yang mendatangi Woodstock.

Akan tetapi, hal tersebut sangatlah wajar. Pasalnya, festival musik gratis tersebut menghadiri sebanyak 32 performer papan atas untuk beraksi. Di antaranya adalah Richie Havens, Santana, Grateful Dead, Janis Joplin dan The Kozmic Blues Band, The Who, dan Jimi Hendrix. Melihat daftar nama para performer tersebut, wajar saja kalau jalan raya dan jalanan biasa mengalami macet total. Bahkan karena macet tersebut, banyak para pengunjung Woodstock meninggalkan kendaraan mereka dan berjalan menuju tempat tujuan.

Para pengunjung Woodstock sangatlah beragam. Hal tersebut merupakan sebuah refleksi dari cepatnya waktu berubah. Beberapa di antaranya adalah beberapa komunitas hippie yang merasa teralienasi dari masyarakat. Selain itu, karena tahun 1969 merupakan tahun dimana Amerika ada campur tangan dalam perang Vietnam, maka banyak para anak muda pengunjung Woodstock yang menjadikan festival musik tersebut sebagai kesempatan untuk menghindari konflik politik yang ada untuk menyebarkan pesan kesatuan dan kedamaian. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya anak pengunjung Woodstock yang membawa poster bertuliskan ‘make love, not war’.

Memiliki festival musik yang dihadiri jutaan orang rentan akan terjadinya masalah dalam keamanan dan keselamatan. Banyak dokter dan pekerja medis lainnya menangani berbagai macam luka. Beberapa di antaranya adalah keracunan makanan dan cedera kaki. Tidak hanya itu, bahkan sekitar 8 wanita mengalami keguguran. Kemudian, satu remaja dikabarkan meninggal karena terlindas traktor, dan satu orang lainnya meninggal karena masalah narkoba.

General

Indahnya Festival Musik di Tengah Alam

Indahnya Festival Musik di Tengah Alam

Konsep yang berbeda terus dilakukan oleh penyelenggara festival musik. Pemilihan venue konser juga semakin beragam dan lebih menyatukan penonton dengan alam. Selain bisa menikmati musik, tentunya penggemar konser bisa menikmati pesona lingkungan yang alami. Sensasi yang dirasakan juga lebih berbeda dibandingkan dengan tempat konser yang diadakan di tempat biasanya. Berikut konser yang mengusung konsep yang berbeda di Indonesia, lokasinya di tengah alam, loh!

Prambanan Jazz

Jika sedang berlibur ke Jogja, tidak lengkap rasanya jika melewati untuk berkunjung ke Candi Prambanan. Destinasi wisata yang lebih dekat dengan Jogja ini sekarang semakin menarik dengan hadirnya event Prambanan Jazz Festival. Dilatari dengan keindahan pemandangan Candi Prambanan di malam hari semakin mendukung suasana romantis diiringi dengan alunan musik Jazz yang syahdu. Ajaklah teman-teman atau pasangan untuk datang menikmati musik Jazz.

Jazz Gunung Bromo

Sama halnya dengan Prambanan Jazz, Jawa Timur tidak mau kalah karena kini sudah ada konser musik Jazz yang digelar di gunung. Anda pasti sudah mengetahui bahwa Gunung Bromo sejak lama sudah menjadi destinasi wisata favorit di Jawa Timur. Keindahan gunung ini semakin menarik ketika panorama pegunungan diselingi dengan musik Jazz yang santai. Sejumlah musisi Jazz tanah air maupun mancanegara hadir untuk mengisi acara ini.

Keunikan konser bertajuk gelaran Jazz Gunung ini digelar setiap tahunnya. Jadi pastikan Anda mencatat tanggal pertunjukannya dan jangan kelewatan ya! Terlebih jika Anda memang menyukai musik Jazz.

Lalala Festival

Lalala Festival pertama kali digelar pada 5 November 2016 di Cikole, Lembang, Bandung. Sejumlah musisi mewarnai festival ini seperti Kodaline, Jasmine Thompson dan Keith Ape. Meskipun daerahnya macet total karena konser musik ini, ditambah dengan hujan deras yang mengguyur area tersebut, penampilan para musisi tetap berjalan dan mampu meredam kekecewaan penonton. Konsep acara ini memang unik karena konser dilaksanakan di area hutan dan tidak bisa diprediksi cuacanya sehingga jika Anda ingin menonton musisi kesayangan Anda di konser ini, sediakan payung atau jas hujan untuk melindungi Anda dari hujan.

Beach Jazz Festival

Tak hanya di pegunungan dan di candi saja, konser musik Jazz juga diadakan di pinggir pantai, tepatnya di Banyuwangi. Deburan ombak dan angin laut turut menghiasi suasana konser. Sebenarnya Beach Jazz Festival merupakan salah satu rangkaian peringatan ulang tahun Kabupaten Banyuwangi, loh!

Tidak hanya konser musik, Beach Jazz Festival juga dijadikan ajang mempromosikan Kota Banyuwangi. Beberapa musisi pernah tampil di acara ini yaitu Tulus, Raisa serta White Shoes and The Couples Company.

Ruang Rupa Record (RRREC) Fest in the Valley

Festival musik ini dikemas dalam format paket liburan akhir pekan yang berisi program seperti pertunjukan musik, pemutaran film, workshop, diskusi, teater dan program anak. Festival ini sangat cocok untuk Anda yang sudah berkeluarga. Ajaklah anggota keluarga Anda untuk berlibur sejenak menikmati keindahan alam.

Konser unik ini digelar di Tanakita Camping Ground, Situgunung, Sukabumi, Jawa Barat. Mayoritas pengisi acara yang tampil adalah band-band indie Indonesia maupun mancanegara. Musisi Indie yang tampil diantaranya Efek Rumah Kaca, Stars and Rabbit, Silampukau dan band-band lainnya.

Melodi Alam

Melodi Alam merupakan sebuah festival musik yang menjadi pemulih Anda dari kejenuhan rutinitas yang monoton. Konser unik yang ada di Indonesia ini diadakan di Gunung Pancar pada Bulan Mei 2017 silam. Para pengunjung akan terpukau dengan suasana teduhnya alam bebas dan tentunya dimeriahkan oleh musisi kesayangan seperti Float, The Trees & The Wild dan masih banyak musisi lainnya.

Eco Music Camp

Eco Music Camp dihelat di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak, Sukamantri, Bogor. Di sini penonton bisa sambil berkemah sambil menikmati musik. Para peserta, selama tiga hari dapat melihat pagelaran dari berbagai musisi lokal hingga internasional, dari berbagai genre musik seperti religi hingga jazz. Selain panggung musik, di acara ini juga dilengkapi dengan workshop dan coaching clinic. Ada juga diskusi serta pemutaran film.

Itulah 7 konser yang diselenggarakan di tempat yang berbeda. Dengan dilaksanakannya festival musik ini tentunya Anda akan betah berada di sana dan enggan untuk pulang. Cobalah sesekali menonton konser-konser tersebut, selain terhibur dengan penampilan musisinya, suasana alam juga dapat menyegarkan pikiran Anda. Selamat mencoba dan jangan lupa untuk bersenang-senang ya!








General

5 Festival Musik Bergengsi Ini Dijamin Gak Akan Mengecewakan

5 Festival Musik Bergengsi Ini Dijamin Gak Akan Mengecewakan

Keseruan menonton penyanyi kesayangan di festival musik bersama orang-orang terdekat adalah momen yang tidak bisa terlupakan. Bersama dengan penonton lain, sing along untuk melepas penat akibat rutinitas sehari-hari. 

Berbeda dengan konser yang hanya diisi oleh satu musisi, di festival musik Anda bisa melihat banyak sekali musisi yang unjuk kebolehan di atas panggung. Seperti yang kita ketahui, di Indonesia ada banyak festival musik baru yang bisa dihadiri. Misalnya Lalala Fest, DWP hingga Java Jazz Festival.

Ciri dari festival musik adalah digelarnya lebih dari satu hari. Penonton yang datang biasanya anak remaja gaul yang memiliki selera musik yang seragam.Namun, untuk Anda yang menyukai party, berikut rekomendasi beberapa festival musik terbaik di dunia yang harus coba Anda datangi.

Coachella

Konser musik ini sangat populer di kalangan masyarakat. Festival musik yang identik dengan konsep bohemian, artsy dan fashionable di dunia ini diselenggarakan di lahan yang sangat luas sekitar 113 hektar. Sejumlah artis terkenal dunia meramaikan Festival Coachella. Seperti Justin Bieber, Katy Perry, The Weeknd, hingga model ternama dari keluarga Kardashian yaitu Kendall Jenner turut hadir di acara tersebut.

Peserta yang datang ke Coachella mengenakan OOTD bertema musim panas yang sangat fashionable. Saking ikonik dan uniknya, banyak fashion brand yang sengaja merilis koleksi pakaian edisi khusus Coachella setiap menjelang waktu konser.

Hal yang membuat Coachella semakin menarik dan berbeda adalah fasilitas yang disediakan berupa penginapan yang memungkinkan tamu yang datang kemping di area Coachella. Seru ya!

Ada tenda Safari Campground yang super nyaman, mewah dan tentunya keren. Setelah party sepanjang hari, Anda tidak perlu mengeluarkan tenaga lebih untuk keluar dari venue karena bisa berjalan menuju area glamping. Bisakah Anda bayangkan suasana sehabis bangun tidur melihat pemandangan danau, ferris wheel dan langit biru khas festival musik ini? Wajib didatangi oleh teman-teman ataupun pasangan!

Tomorrowland

Bagi penikmat musik EDM, pastinya sudah tahu acara musik satu ini. Festival musik Tomorrowland disebut-sebut sebagai rumah dari musik EDM, loh! Konser ini sudah ada sejak tahun 2005.

Dengan set panggung yang megah serta line up DJ paling top, Tomorrowland sukses mendapatkan penghargaan “The World’s No.1 Festival” pada tahun 2015 dan International Dance Music Award Best Event lima kali berturut-turut. Salut!

Alesso, Dimitri Vegas, David Guetta, Martin Garrix dan Like Mike menjadi pengisi acara yang wajib ada di Tomorrowland. Hal istimewa dari konser ini yaitu gak pernah asal-asalan dalam soal desain tiket masuk dan wristband yang akan digunakan oleh peserta. Desainnya selalu keren dan out of the box. It’s really cool, indeed!

Ultra Music Festival

Kalau yang satu ini juga biasanya didatangi oleh pecinta musik EDM nih. Dengan set pangung yang dibuat megah dan modern, Ultra Music Festival menjadi ajang yang sangat bergengsi dan ditunggu oleh semua orang. Sama seperti Tomorrowland, line up yang ditampilkan juga tidak pernah main-main, selalu diisi oleh DJ kelas dunia.

Meski selalu ramai, festival musik dengan kapasitas hingga 170 ribu orang ini termasuk salah satu konser musik yang paling tertib. Enggak banyak pelanggaran yang terjadi setiap tahunnya. Konser ini tidak cuma dihelat di Miami, melainkan UMF juga pernah keliling Asia. Ultra Music Festival pernah dilaksanakan di Seoul, Tokyo, Singapura, Rio de Janiero, Meksiko, Medellin dan Bali.
Tiket dari konser musik begengsi ini juga selalu sold out bahkan dalam hitungan menit. Apakah Anda termasuk orang yang bersaing untuk membeli tiket Ultra Miami 2019?

Fuji Rock Festival

Sesuai dengan namanya, festival musik ini digelar di kawasan Gunung Fuji selama lebih dari 20 tahun. Bukan cuma digandrungi karena guest starnya yang selalu keren, diketahui Fuji Rock juga dipuji sebagai festival musik terbersih di dunia. Salut sekali dengan kesadaran masyarakatnya terhadap kebersihan lingkungan!

Setidaknya ada 125 ribu orang yang meramaikan Fuji Rock setiap tahunnya. Ada lebih dari 200 musisi Jepang dan internasional yang memainkan musik rock untuk menghibur penonton. 

Suasana asrinya hutan Jepang, pegunungan dan sungai yang jernih membuat Fuji Rock semakin disukai oleh banyak orang. Jika penonton ada yang ingin menginap di sekitar lokasi konser, tersedia banyak hotel, atau Anda bisa berkemah di area festival. 

Untuk menonton konser tidak lengkap rasanya jika tidak membawa perlengkapan konser. Nah di acara ini Anda diperkenankan membawa lightstick atau bendera kebangsaan dari negara masing-masing. Namun ingat, jangan membawa barang yang membahayakan orang lain ya! 

Glastonbury

Di urutan kelima, ada festival musik terpanjang di dunia. Terpanjang di sini maksudnya adalah durasi konser. Festival musik Glastonbury berlangsung selama lima hari, awalnya konser ini diadakan pada tahun 1970. Pyramid Stage menjadi ikon yang tidak terpisahkan dari festival musik modern ini.

Uniknya, Glastonbury tidak hanya menyuguhkan musik untuk penontonnya. Namun ada performance lainnya seperti komedi, teater, sirkus, tarian hingga kabaret. Dijamin Anda tidak akan bosan jika datang ke festival ini.

Pada 2018 Glastonbury tidak diadakan, namun kembali pada tahun 2019 untuk mengobati rasa rindu penonton akan penampilan terbaik dari guest stars. Penyelenggara Glastonbury, Emily Eavis, menjanjikan akan hadir dengan konsep baru yang tidak kalah keren. Akan seperti apa ya keseruan Glastonbury dengan konsep yang berbeda? Kita nantikan saja.

Jadi itulah konser-konser musik bergengsi dunia yang harus Anda datangi. Tidak hanya menyajikan penampilan para bintang saja, pihak penyelenggara konser musik tersebut juga rata-rata menyediakan penginapan atau fasilitas kemping di area festival. Hal ini bisa menambah keseruan dan happy vibes Anda dan peserta lainnya. Ditambah dengan outfit atau dresscode yang digunakan untuk menghadiri beberapa konser tersebut. Dijamin Anda tidak akan bosan menyesal untuk datang ke acara tersebut.